Langsung ke konten utama

SURVEY EVALUASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR



A. Konsep Dasar Kurikulum

Ada empat bagian dari konsep kurikulum yaitu:

  1. Kurikulum sebagai ide, adalah cita-cita, keinginan, harapan atau tujuan yang difikirkan mengenai apa yang terbaik untuk dicapai dalam suatu kegiatan pendidikan (Hasan, 1991), kebijakan (Schubert, 1986), Teori (Bickman, 1987), Menurut hasan (1991), pada dasarnya kurikulum merupakan ide yang ada pada peserta didik. Peserta didik  memiliki ide saat ia berbicara tentang apa yang  menjadi tujuan dalam  kegiatan pendidikan dan bagaimana kegiatan itu dilaksanakan. Yang difikirkan oleh peserta didik itu sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Untuk peserta didik itu sendiri keinginan atau harapan berdasarkan kepentingan lingkungan yang sangat individual
  2. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis tentnag pembelajaran. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis memiliku format tertentu. Di Indonesia terdapat kurikulum 1975, kurikulum 1986, kurikulum 1994, dan seterusnya.
  3.  Kurikulum sebagai proses kegiatan belajar mengajar (PBM). Kurikulum suatu kegiatan (proses)  yang langsung berhadapan dengan kenyataan lapangan. (Waring 1979) mengatakan bahwa apabila yang terjadi di lapangan berbeda secara prinsipal dengan ide semula maka kurikulum yang diimplementasiaknnya bukan kurikulum semula. 
  4. Kurikulum sebagai hasil belajar. Dimensi kurikulum sebagai kegiatan yang terdiri atas dua aspek utama yaitu : a. Aspek perencanaan guru. Guru mengembangkan kurikulum sebagai rencana dan kegiatan tertulis yang dalam pendidikan Indonesia dikenal dengan nama satuan pelajaran (Satpel) atau sekarang disebut RPP. RPP ini adalah penjelasan tertulis guru tentang apa yang ada pada dokumen tertulis kurikulum nasional. Dengan kata lain RPP dapat diartikan sebagai kurikulum tertulis guru. b. Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang menentukan apa yang diperoleh peserta didik. Jadi, hasil belajar siswa ditentukan oleh kurikulum yang dialaminya dan bukan oleh kurikulum dalam bentuk  rencana tertulis. Artinya, apa yang  dialami siswa tidak terdapat pada kurikulum yang ditetapkan oleh menteri Pendidikan Nasional.                                                                  
B. Komponen Evaluasi
Penilaian (Evaluasi) kurikulum meliputi semua aspek batas belajar. Menurut Schwartz dan kawan – kawannya, penilaian adalah suatu program untuk memberikan pendapat dan penentuan arti atau faedah suatu pengalaman. Syarat – syarat umum evaluasi adalah penilaian yang harus dilaksanakan harus memenuhi persyaratan atau kriteria sebagai berikut :
  1.       Memiliki validitas, artinya evaluasi harus benar – benar mengukur apa yang hendak diukur.
  2.       Mempunyai realibiltas, menunjukkan ketetapan hasilnya. Dengan kata lain, orang yang akan dites itu akan mendapat skor yang sama bila dites kembali dengan alat uji yang sama
  3.       Efisiensi, suatu alat evaluasi sedapat mungkin dipergunkan tanpa membuang waktu dan uang banyak.
  4.      Kegunaaan/kepraktisan, alat evaluasi harus berguna. Yaitu untuk memperoleh keterangan tentang siswa.
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indicator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa. Komponen evaluasi untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Evaluasi sebagai alat untuk melihat keberhasilan dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tes dan nontes.
A.     Tes
Tes harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas dan reabilitas. Jenis – jenis tes terdiri atas tes hasil belajar yang dapat dibedakan atas beberapa jenis. Berdasakan jumlah peserta, tes hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes kelompok dan tes individu. Dilihat dari cara penyusunannya, tes juga dapat dibedakan menjadi tes buatan guru dan tes standar.
B.     Nontes
Nontes adalah alat evaluasi yang digunkan untuk menilai aspek tingkah laku temasuk sikap, minat dan motivasi. Ada bebrapa jenis nontes sebagai alat evaluasi, di antaranya wawancara observasi, studi kasus, skala penilaian.


Perubahan kurikulum menimbulkan masalah-masalah. Masalah yang muncul terutama dari faktor guru, sumber belajar dan pelaksanaan pembelajaran. Permaslahan yang muncul pertama adalah guru. Guru sebagai pelaksana utama kegiatan pembelajarn merupakan kunci keberhasilan pembelajaran tematik. Kenyataannya belum semua guru memperoleh pelatihan pembelajaran tematik dan kurikulum 13. Hal yang sulit pula adalah bagaimana guru memulai pembelajaran di kelas 4 SD/MI. bagaimana tidak? karena di kelas 3 siswa terbiasa menerima pembelajaran dengan kurikulum KTSP 2006 dan dengan serta merta siswa ketika naik di kelas 4 menerima pembelajaran dengan kurikulum 13.
  Permasalahan ke dua adalah kegiatan pembelajaran . Kegiatan inti pembelajaran tematik melalui lima tahapan pembelajaran yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengasosiasikan, mencoba dan membangun jejaring. Pelaksanaan pembelajaran di SD/MI terbagi pada tema. Setiap tema terbagi menjadi sub tema dan setiap tema terbagi menjadi pembelajaran 1 sampai dengan pembelajaran 6. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap hari setiap kelas akan mendapatkankan satu kegiatan pembelajaran. Satu kegiatan pembelajaran merupakan pembelajaran tematik sebagai satu kesatuan tema yang terdiri beberapa pelajaran. Hal yang menjadi masalah adalah bagaimana melaksanakan pembelajaran dari beberapa mata pelajaran dengan lima langkah pembelajaran pada satu kegiatan pembelajaran yang juga terdiri dari penilaian pembelajaran baik penilaian proses maupun penilaian hasil yang tercakup di dalamnya.

Komentar

  1. memang benar apa yang dijelaskan bu wahyuni, memang banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013. sehingga perlu bimbingan lebih lanjut tentang K13, seperti mengikuti pelatihan-pelatihan K13 yang sering diadakan disekolah-sekolah. sehingga pemahaman guru tentang K13 bertambah dan dalam penerapannya berjalan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bu, sekolah kmi telah melaksanakan pelatihan berupa KKG di sekolah - sekolah

      Hapus
  2. Pembeljaran kls 3 pada ktspkn sdh berbentuk tematik.saat anak naik kls 4yg menggunkan k13 sedikit mengalami perubahan dengan adnya pelatihan k13 yang diberikan pada guru akn membantu guru dalam menyesuaikan pembelajaran terhadap pesrta didik sehingga peserta didik tidak merasa peribahan itu sebagai beban.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu, kelas 4 belum terbiasa dalam pembelajaran kurikulum 2013 tpi seiring waktu siswa akan terbiasa karena pembelajaran kurikulum 2013 menarik untuk di pelajari

      Hapus
  3. Assalmkum....Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam, benar pak, terima kasih saran dan masukannya

      Hapus
  4. Nah, eEvaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indicator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu, terima kasih sarannya sangat bermanfaat

      Hapus
  5. Yang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru. Beberapa celetukan dari orang tua, murid, dan guru yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan di antaranya sebagai berikut: "Proses menilainya begitu kompleks dan melelahkan, hasilnya kok seragam. Nilai kok cuma A dan B."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak, terima kasih sarannya sangat bermanfaat

      Hapus
  6. Momen guru harus memberikan kesempatan seluas luasnya untuk pembelajaran yg berpusat kepada peserta didik, seharusnya menjadikan guru harus lebih inovatif dalam merancang pembelajaran yg sesuai dengan pendekatan saintifik sebagaimana yang dijelaskan dalam permendikbud No.22/2016 tentang standar proses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak, guru harus diberi pelatihan secara berkelanjutan

      Hapus
  7. Dengan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum,maka akan diketahui sejauh mana ketercapaian tujuan,substansi materi,efektifitas metode dan model pembelajaran serta hasil pencapaian siswa dalam belajar melalui sistem penilaian yg sistematis,terarah dan terukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak atas penjelasannya sangat bermanfaat

      Hapus
  8. Dalam hal ini k13 berperan penting dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa perpindahan mata pelajaran, tetapi kendala bgi guru untuk mengaitkan mta pelajaran untuk itu guru harua meningkatkan kemampuan pengetahuannya lebih baik lqgi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guru haruslah diberi pelatihan seperti KKG akan dapat membantu dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah

      Hapus
  9. Dalam hal ini k13 berperan penting dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa perpindahan mata pelajaran, tetapi kendala bgi guru untuk mengaitkan mta pelajaran untuk itu guru harua meningkatkan kemampuan pengetahuannya lebih baik lqgi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guru haruslah diberikan pelatihan seperti KKG agar guru dapat menerapkan kurikulum 2013 di sekolah

      Hapus
  10. Aslmkm...pembelajaran sangatlah penting dievaluasi guna utk mengetahui sejauh mana peserta didik menerima pembelajaran dari guru yg sudah diajarkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam, terima kasih masukannya pak sangat bermanfaat

      Hapus
  11. hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu penjelasannya sangat bermanfaat

      Hapus
  12. Memang benar seperti yg ibu katakan, Perubahan kurikulum menimbulkan masalah-masalah. Masalah yang muncul terutama dari faktor guru, sumber belajar dan pelaksanaan pembelajaran. Namun setiap permasalahan pasti ada solusinya..
    Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan mampu menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik,mampu lebih baik dalam melakukan observasi (mengamati), bertanya, bernalar (mengolah), menyajikan (mengkomunikasikan), menyimpulkan,dan mencipta, terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

    BalasHapus
  13. Terima kasih bu penjelasannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  14. masalah dalam perubahan kurikulum itu pasti, namun bagaimana cara kita meminimalisirkan masalah tersebut, dan evaluasi dalam kurikulum itu penting untuk mengetahui tingkat ketercapaian penerapan setiap komponen pada kurikulum

    BalasHapus

Posting Komentar