A. Konsep Dasar Kurikulum
Ada
empat bagian dari konsep kurikulum yaitu:
- Kurikulum sebagai ide, adalah cita-cita, keinginan, harapan atau tujuan yang difikirkan mengenai apa yang terbaik untuk dicapai dalam suatu kegiatan pendidikan (Hasan, 1991), kebijakan (Schubert, 1986), Teori (Bickman, 1987), Menurut hasan (1991), pada dasarnya kurikulum merupakan ide yang ada pada peserta didik. Peserta didik memiliki ide saat ia berbicara tentang apa yang menjadi tujuan dalam kegiatan pendidikan dan bagaimana kegiatan itu dilaksanakan. Yang difikirkan oleh peserta didik itu sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Untuk peserta didik itu sendiri keinginan atau harapan berdasarkan kepentingan lingkungan yang sangat individual
- Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis tentnag pembelajaran. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis memiliku format tertentu. Di Indonesia terdapat kurikulum 1975, kurikulum 1986, kurikulum 1994, dan seterusnya.
- Kurikulum sebagai proses kegiatan belajar mengajar (PBM). Kurikulum suatu kegiatan (proses) yang langsung berhadapan dengan kenyataan lapangan. (Waring 1979) mengatakan bahwa apabila yang terjadi di lapangan berbeda secara prinsipal dengan ide semula maka kurikulum yang diimplementasiaknnya bukan kurikulum semula.
- Kurikulum sebagai hasil belajar. Dimensi kurikulum sebagai kegiatan yang terdiri atas dua aspek utama yaitu : a. Aspek perencanaan guru. Guru mengembangkan kurikulum sebagai rencana dan kegiatan tertulis yang dalam pendidikan Indonesia dikenal dengan nama satuan pelajaran (Satpel) atau sekarang disebut RPP. RPP ini adalah penjelasan tertulis guru tentang apa yang ada pada dokumen tertulis kurikulum nasional. Dengan kata lain RPP dapat diartikan sebagai kurikulum tertulis guru. b. Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang menentukan apa yang diperoleh peserta didik. Jadi, hasil belajar siswa ditentukan oleh kurikulum yang dialaminya dan bukan oleh kurikulum dalam bentuk rencana tertulis. Artinya, apa yang dialami siswa tidak terdapat pada kurikulum yang ditetapkan oleh menteri Pendidikan Nasional.
Penilaian (Evaluasi) kurikulum meliputi semua aspek batas
belajar. Menurut Schwartz dan kawan – kawannya, penilaian adalah suatu program
untuk memberikan pendapat dan penentuan arti atau faedah suatu pengalaman. Syarat
– syarat umum evaluasi adalah penilaian yang harus dilaksanakan harus memenuhi
persyaratan atau kriteria sebagai berikut :
- Memiliki validitas, artinya evaluasi harus benar – benar mengukur apa yang hendak diukur.
- Mempunyai realibiltas, menunjukkan ketetapan hasilnya. Dengan kata lain, orang yang akan dites itu akan mendapat skor yang sama bila dites kembali dengan alat uji yang sama
- Efisiensi, suatu alat evaluasi sedapat mungkin dipergunkan tanpa membuang waktu dan uang banyak.
- Kegunaaan/kepraktisan, alat evaluasi harus berguna. Yaitu untuk memperoleh keterangan tentang siswa.
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan
pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan
pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan
dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi
belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indicator adanya dan derajat
perubahan tingkah laku siswa. Komponen evaluasi untuk melihat efektifitas
pencapaian tujuan. Evaluasi sebagai alat untuk melihat keberhasilan dapat
dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tes
dan nontes.
A.
Tes
Tes harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas
dan reabilitas. Jenis – jenis tes terdiri atas tes hasil belajar yang dapat
dibedakan atas beberapa jenis. Berdasakan jumlah peserta, tes hasil belajar
dapat dibedakan menjadi tes kelompok dan tes individu. Dilihat dari cara
penyusunannya, tes juga dapat dibedakan menjadi tes buatan guru dan tes
standar.
B.
Nontes
Nontes adalah alat evaluasi yang digunkan untuk menilai
aspek tingkah laku temasuk sikap, minat dan motivasi. Ada bebrapa jenis nontes
sebagai alat evaluasi, di antaranya wawancara observasi, studi kasus, skala
penilaian.
Perubahan kurikulum menimbulkan masalah-masalah. Masalah yang muncul terutama dari faktor
guru, sumber belajar dan pelaksanaan pembelajaran. Permaslahan yang muncul
pertama adalah guru. Guru sebagai pelaksana utama kegiatan pembelajarn
merupakan kunci keberhasilan pembelajaran tematik. Kenyataannya belum semua
guru memperoleh pelatihan pembelajaran tematik dan kurikulum 13. Hal yang sulit
pula adalah bagaimana guru memulai pembelajaran di kelas 4 SD/MI. bagaimana
tidak? karena di kelas 3 siswa terbiasa menerima pembelajaran dengan kurikulum
KTSP 2006 dan dengan serta merta siswa ketika naik di kelas 4 menerima
pembelajaran dengan kurikulum 13.
Permasalahan ke dua adalah kegiatan pembelajaran . Kegiatan inti pembelajaran
tematik melalui lima tahapan pembelajaran yaitu kegiatan mengamati, menanya,
mengasosiasikan, mencoba dan membangun jejaring. Pelaksanaan pembelajaran di
SD/MI terbagi pada tema. Setiap tema terbagi menjadi sub tema dan setiap tema
terbagi menjadi pembelajaran 1 sampai dengan pembelajaran 6. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa setiap hari setiap kelas akan mendapatkankan satu
kegiatan pembelajaran. Satu kegiatan pembelajaran merupakan pembelajaran
tematik sebagai satu kesatuan tema yang terdiri beberapa pelajaran. Hal yang
menjadi masalah adalah bagaimana melaksanakan pembelajaran dari beberapa mata
pelajaran dengan lima langkah pembelajaran pada satu kegiatan pembelajaran yang
juga terdiri dari penilaian pembelajaran baik penilaian proses maupun penilaian
hasil yang tercakup di dalamnya.
memang benar apa yang dijelaskan bu wahyuni, memang banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013. sehingga perlu bimbingan lebih lanjut tentang K13, seperti mengikuti pelatihan-pelatihan K13 yang sering diadakan disekolah-sekolah. sehingga pemahaman guru tentang K13 bertambah dan dalam penerapannya berjalan dengan baik.
BalasHapusIya bu, sekolah kmi telah melaksanakan pelatihan berupa KKG di sekolah - sekolah
HapusPembeljaran kls 3 pada ktspkn sdh berbentuk tematik.saat anak naik kls 4yg menggunkan k13 sedikit mengalami perubahan dengan adnya pelatihan k13 yang diberikan pada guru akn membantu guru dalam menyesuaikan pembelajaran terhadap pesrta didik sehingga peserta didik tidak merasa peribahan itu sebagai beban.
BalasHapusBenar bu, kelas 4 belum terbiasa dalam pembelajaran kurikulum 2013 tpi seiring waktu siswa akan terbiasa karena pembelajaran kurikulum 2013 menarik untuk di pelajari
HapusAssalmkum....Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
BalasHapusWalaikumsalam, benar pak, terima kasih saran dan masukannya
HapusNah, eEvaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indicator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa. 😊
BalasHapusBenar bu, terima kasih sarannya sangat bermanfaat
HapusYang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru. Beberapa celetukan dari orang tua, murid, dan guru yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan di antaranya sebagai berikut: "Proses menilainya begitu kompleks dan melelahkan, hasilnya kok seragam. Nilai kok cuma A dan B."
BalasHapusBenar pak, terima kasih sarannya sangat bermanfaat
HapusMomen guru harus memberikan kesempatan seluas luasnya untuk pembelajaran yg berpusat kepada peserta didik, seharusnya menjadikan guru harus lebih inovatif dalam merancang pembelajaran yg sesuai dengan pendekatan saintifik sebagaimana yang dijelaskan dalam permendikbud No.22/2016 tentang standar proses.
BalasHapusBenar pak, guru harus diberi pelatihan secara berkelanjutan
HapusDengan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum,maka akan diketahui sejauh mana ketercapaian tujuan,substansi materi,efektifitas metode dan model pembelajaran serta hasil pencapaian siswa dalam belajar melalui sistem penilaian yg sistematis,terarah dan terukur
BalasHapusTerima kasih pak atas penjelasannya sangat bermanfaat
HapusDalam hal ini k13 berperan penting dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa perpindahan mata pelajaran, tetapi kendala bgi guru untuk mengaitkan mta pelajaran untuk itu guru harua meningkatkan kemampuan pengetahuannya lebih baik lqgi
BalasHapusGuru haruslah diberi pelatihan seperti KKG akan dapat membantu dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah
HapusDalam hal ini k13 berperan penting dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa perpindahan mata pelajaran, tetapi kendala bgi guru untuk mengaitkan mta pelajaran untuk itu guru harua meningkatkan kemampuan pengetahuannya lebih baik lqgi
BalasHapusGuru haruslah diberikan pelatihan seperti KKG agar guru dapat menerapkan kurikulum 2013 di sekolah
HapusAslmkm...pembelajaran sangatlah penting dievaluasi guna utk mengetahui sejauh mana peserta didik menerima pembelajaran dari guru yg sudah diajarkan...
BalasHapusWalaikumsalam, terima kasih masukannya pak sangat bermanfaat
Hapushasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
BalasHapusTerima kasih bu penjelasannya sangat bermanfaat
HapusMemang benar seperti yg ibu katakan, Perubahan kurikulum menimbulkan masalah-masalah. Masalah yang muncul terutama dari faktor guru, sumber belajar dan pelaksanaan pembelajaran. Namun setiap permasalahan pasti ada solusinya..
BalasHapusGuru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan mampu menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik,mampu lebih baik dalam melakukan observasi (mengamati), bertanya, bernalar (mengolah), menyajikan (mengkomunikasikan), menyimpulkan,dan mencipta, terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.
Terima kasih bu penjelasannya sangat bermanfaat
BalasHapusmasalah dalam perubahan kurikulum itu pasti, namun bagaimana cara kita meminimalisirkan masalah tersebut, dan evaluasi dalam kurikulum itu penting untuk mengetahui tingkat ketercapaian penerapan setiap komponen pada kurikulum
BalasHapus